William Petty: Perintis Statistik Ekonomi, Pelopor Teori Nilai, dan Fondasi Awal Ekonomi Klasik

 
William Petty: Perintis Statistik Ekonomi, Pelopor Teori Nilai, dan Fondasi Awal Ekonomi Klasik

William Petty (1623–1687) dikenal sebagai salah satu tokoh awal ekonomi modern yang menggabungkan data, matematika, dan observasi empiris dalam analisis ekonomi. Ia sering disebut sebagai pelopor ekonomi kuantitatif dan statistik nasional, karena menjadi orang pertama yang mencoba menghitung pendapatan nasional dan nilai tanah secara sistematis. Melalui karyanya seperti Political Arithmetick dan Treatise of Taxes and Contributions, Petty membuka jalan bagi perkembangan ekonomi klasik—jauh sebelum era Adam Smith.

Jika Thomas Mun menjadi representasi merkantilisme berbasis perdagangan, maka William Petty adalah jembatan menuju ekonomi ilmiah. Ia membawa ekonomi dari sekadar kebijakan praktis menuju ilmu yang dapat dihitung, diukur dan dianalisis secara rasional.

1. Konteks Historis dan Latar Gagasan

Petty hidup pada masa Revolusi Inggris dan pertumbuhan kapitalisme awal, ketika negara mulai memikirkan pendapatan, perpajakan, tenaga kerja, dan produktivitas. Lingkungan intelektualnya dipengaruhi oleh Royal Society di London, sebuah komunitas ilmuwan modern awal yang mendukung metode rasional dan eksperimen. Hal ini menjadikan Petty tidak hanya ekonom, tetapi juga dokter, ahli statistik, dan administrator tanah Irlandia.

Dalam situasi politik-ekonomi Inggris yang sedang mencari basis pembiayaan negara pascarevolusi, Petty merumuskan pertanyaan penting: berapa nilai kekayaan suatu bangsa, dan bagaimana cara mengukurnya secara matematis? Pertanyaan inilah yang kemudian menjadi akar lahirnya akuntansi nasional (national income accounting).

2. Pemikiran Ekonomi Utama William Petty

a. Political Arithmetic – Ekonomi Berbasis Angka

Petty memperkenalkan metode baru: menjelaskan ekonomi melalui angka, bukan retorika. Ia menghitung populasi, pendapatan nasional, dan nilai tanah dengan estimasi statistik.
Gagasannya terangkum dalam kutipan terkenalnya:

*“Speak of numbers, weight and measure; speak no more of words.”*

Pendekatan ini menjadikan Petty bapak statistik ekonomi.

b. Teori Nilai (Labour Theory of Value)

Petty meyakini bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh tenaga kerja dan tanah sebagai faktor produksi utama.       
Formula sederhananya:

Nilai = Tanah + Tenaga Kerja
– cikal bakal teori nilai kerja Marx dan ekonomi klasik

c. Upah dan Bunga sebagai Harga dari Tenaga Kerja dan Waktu

Upah bagi Petty adalah pembayaran minimum untuk mempertahankan hidup pekerja, sedangkan bunga adalah harga dari penggunaan uang selama periode waktu tertentu. Pemikirannya merupakan landasan teori distribusi pendapatan.

d. Pajak dan Peran Negara

Dalam Treatise of Taxes, Petty berpendapat bahwa pajak ideal adalah yang tidak terlalu membebani produksi, tetapi cukup untuk membiayai fungsi negara. Ini menjadi dasar awal pemikiran fiskal modern.

e. Perhitungan Pendapatan Nasional

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Petty mengestimasi GDP Inggris secara sistematis—praktik yang baru dilembagakan secara formal abad ke-20. Kontribusi ini sangat revolusioner bagi teori makroekonomi.

3. Kontroversi dan Titik Kritik Pemikiran Petty

Kritik

Penjelasan

Pendekatan statistik masih kasar

Data sering berbasis asumsi karena sensus belum berkembang

Teori nilai kerja belum lengkap

Mengabaikan preferensi, rasa, dan permintaan konsumen

Peran negara tidak dibahas sedalam merkantilis

Lebih fokus pada pengukuran ekonomi daripada kebijakan proteksi

Dianggap terlalu mekanis

Ekonomi bukan hanya angka, tapi perilaku sosial yang kompleks

Meskipun demikian, metode kuantitatif Petty menjadi pondasi seluruh praktik ekonomi modern—dari GDP hingga analisis fiskal.

4. Relevansi Pemikiran Petty di Era Modern

Pemikiran Petty sangat relevan bagi ekonomi saat ini:

  • dasar statistik ekonomi dan sensus penduduk
  • cikal bakal GDP, national income, dan PDB per kapita
  • inspirasi bagi teori nilai kerja Ricardo dan Karl Marx
  • pijakan awal atas ekonomi berbasis produktivitas dan tenaga kerja

Negara modern tidak dapat membuat kebijakan fiskal, pajak, subsidi, hingga upah minimum tanpa data statistik ekonomi, sesuatu yang pertama kali disistematisasi oleh Petty.

5. Analisis Akademik

Secara akademik, William Petty berada di persimpangan antara merkantilisme praktis dan ekonomi ilmiah klasik. Ia tidak sekadar merumuskan teori, tetapi melakukan perhitungan nyata sehingga ekonominya:

  1. positivistik — berbasis data dan observasi
  2. kuantitatif — menggunakan matematika untuk kebijakan ekonomi
  3. rasional-sistematis — menuju ekonomi sebagai ilmu, bukan sekadar seni bernegara

Apabila Mun memandang kekayaan dari sudut perdagangan, Petty melihat tenaga kerja dan produktivitas sebagai sumber nilai kekayaan nasional. Dengan kata lain, ia mengalihkan fokus dari emas ke manusia sebagai penghasil nilai—yang kelak menjadi inti pemikiran Adam Smith.

Daftar Pustaka

  • Petty, W. (1690). Political Arithmetick.
  • Petty, W. (1662). Treatise of Taxes and Contributions.
  • Hill, C. (1991). A Nation of Change and Novelty. Routledge.
  • Meek, R. (1973). Studies in the Labour Theory of Value. Lawrence & Wishart.
  • Spiegel, H. W. (1991). The Growth of Economic Thought. Duke University Press
  • Nasution, H. A., & Iqbal, M. (2019). Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Klasik Hingga Indonesia Kontemporer. Kencana/Prenada Media.

 

Posting Komentar

0 Komentar