
Thomas Mun: Bapak
Merkantilisme dan Fondasi Awal Ekonomi Klasik Modern
Thomas Mun (1571–1641) merupakan
salah satu tokoh paling berpengaruh pada masa awal perkembangan ekonomi modern,
terutama dalam aliran Merkantilisme, suatu sistem ekonomi yang
mendahulukan kekuatan negara melalui penguasaan perdagangan dan akumulasi logam
mulia. Ia dikenal luas melalui karya monumentalnya "England’s Treasure
by Forraign Trade", yang diterbitkan pasca wafatnya pada 1664.
Pandangannya menjadi rujukan penting dalam kebijakan ekonomi Inggris era
kolonial dan menjadi titik pijak bagi evolusi ekonomi klasik di kemudian hari
1. Latar Historis dan Konteks
Pemikiran
Masa hidup Mun berada pada fase
transisi Eropa dari feodalisme menuju kapitalisme awal. Perdagangan
internasional meningkat, pelayaran berkembang, dan negara-negara Eropa mulai
membangun kekuatan kolonial. Dalam konteks inilah muncul pandangan bahwa kemakmuran
negara ditentukan oleh surplus perdagangan—lebih banyak ekspor daripada
impor—yang pada akhirnya memperkaya kas negara melalui emas dan perak. Mun
tidak hanya teoritikus, tetapi juga praktisi: ia menjabat sebagai direktur East
India Company, sehingga pemikirannya sangat praktis dan berbasis pengalaman
lapangan.
2. Pemikiran Utama Thomas Mun
Beberapa gagasan kunci Mun antara
lain:
a. Surplus Perdagangan sebagai
Sumber Kekayaan Negara
Mun menolak konsep lama bahwa
kekayaan diukur dari luas tanah atau hasil agraria. Baginya, perdagangan
luar negeri adalah sumber kekayaan paling strategis. Jika ekspor melebihi
impor, maka emas mengalir masuk ke negara, memperkuat monarki dan kekuatan
negara.
b. Peran Negara dalam Mengatur
Ekonomi
Mun mendukung intervensi negara,
khususnya dalam kontrol ekspor-impor, subsidi industri, dan kebijakan
proteksi untuk mendukung daya saing nasional. Dalam hal ini, ia dianggap
pelopor kebijakan proteksionisme modern.
c. Pentingnya Efisiensi
Industri dan Biaya Produksi
Untuk meningkatkan daya saing
ekspor, Mun menuntut pengusaha agar menekan biaya produksi, meningkatkan
kualitas barang, dan mencari pasar baru. Konsep ini menjadi embrio teori
keunggulan perdagangan internasional sebelum Adam Smith.
d. Uang sebagai Alat yang
Harus Berputar
Mun melihat emas bukan sebagai
barang pasif, tetapi modal produktif. Uang harus berputar melalui
perdagangan, bukan disimpan. Ide ini menjadi pondasi awal teori sirkulasi
uang.
3. Kontroversi dan Kritik
terhadap Mun
Pemikiran Mun tidak luput dari
penolakan, terutama dari kelompok agraris dan ekonom klasik yang datang
setelahnya.
- Obsesi penimbunan emas dinilai memicu
kolonialisme dan eksploitasi sumber daya negara lain.
- Proteksionisme berlebihan dianggap
menghambat inovasi dan kompetisi bebas.
- Adam Smith dan David Hume kemudian menyanggah bahwa
kekayaan nasional tidak hanya dinilai dari emas, tetapi dari produktivitas
dan tenaga kerja.
Meski demikian, harus diakui
bahwa tanpa Mun, lahirnya ekonomi klasik mungkin tidak akan memiliki titik
pijak historis yang kuat.
4. Pemikiran Ekonomi dan
Relevansi Saat Ini
Dalam konteks ekonomi modern,
beberapa nilai pemikiran Mun tetap relevan:
|
Konsep Mun |
Relevansi Masa Kini |
|
Surplus perdagangan |
Basis strategi ekspor China,
Korea Selatan, Jepang |
|
Proteksi industri |
Dipakai dalam industrial policy
negara berkembang |
|
Peran negara dalam ekonomi |
Sejalan dengan teori Keynesian
modern |
|
Ekonomi berbasis perdagangan |
Menjadi inti globalisasi
ekonomi |
Di era globalisasi, pemikiran Mun
sering digunakan untuk menjelaskan strategi industrialisasi Asia Timur,
di mana negara memainkan peran dominan dalam membangun industri domestik,
memberikan insentif ekspor, dan melindungi sektor strategis dari kompetisi
luar. Pendekatan ini membuktikan efektivitas historis gagasan merkantilisme
sebagai strategi awal pembangunan.
5. Analisis Akademik
Secara akademik, pemikiran Mun
dapat dikategorikan sebagai tahap transisional dari ekonomi tradisional
menuju sistem kapitalis modern. Ia tidak menyusun teori secara matematis
seperti ekonom modern, namun pemahaman empirisnya tentang perdagangan,
harga, dan sirkulasi uang adalah fondasi bagi ekonomi internasional dan
pemikiran klasik.
Jika Machiavelli berbicara
tentang kekuasaan politik melalui realisme, maka Thomas Mun berbicara
tentang kekuatan negara melalui ekonomi.
Politik menjaga kekuasaan; ekonomi menjaga kemakmuran.
Daftar Pustaka
Mun, T. (1664). England’s Treasure by Forraign Trade.
Wilson, C. (1958). Thomas Mun and the English Mercantile System. Cambridge University Press.
Heckscher, E. F. (1935). Mercantilism. George Allen & Unwin.
Spiegel, H. W. (1991). The Growth of Economic Thought. Duke University Press.
Suhelmi, A. (2007). Pemikiran Politik Barat. Gramedia Pustaka Utama.
0 Komentar